Bersatu dalam Kebhinekaan, Semangat Membangun Kewirausahaan Pemuda di SMP Negeri 2 Pulau Besar.

 Memaknai Hari Sumpah Pemuda yang Ke-93 , Bersatu dalam  Kebhinekaan, Semangat Membangun Kewirausahaan Pemuda di SMP Negeri 2 Pulau Besar.

(Penulis : Esti Rahayu, Guru SMP Negeri 2 Pulau Besar).


Makna yang tertuang dalam sumpah pemuda terasa sangat mendalam karena berisikan cita-cita pemuda dan pemudi saat itu untuk mempersatukan seluruh rakyat dalam bangsa yang satu yaitu bangsa Indonesia. Melalui Sumpah Pemuda, segenap pemuda-pemudi diajak untuk saling menjaga tanah air Indonesia dalam hal apapun. Semenjak Indonesia menyatakan kemerdekaannya, maka setiap tanggal 28 Oktober Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda.


Demikian juga warga SMP Negeri 2 Pulau Besar, dalam Peringatan Sumpah Pemuda yang ke-93, mengusung tema,' Bersatu Dalam Bhineka Tunggal Ika, Semangat Dalam Membangun Kewirausahaan Pemuda".

Kegiatan ini terlaksana karena kerjasama seluruh warga SMP Negeri 2 Pulau Besar, terutama Kepala Sekolah (Muhammad Bujang, S.Pd.I) sebagai motivator yang handal ,  OSIS, dan dukungan dari Pemerintah Desa Sumber Jaya Permai yang sudah memfasilitasi tempat kegiatan di Aula Pemerintahan Desa Sumber Jaya Permai.

Tanpa adanya kerjasama dan niat yang satu, hal ini sulit terwujudkan.


Memaknai hari sumpah pemuda tentu bukan hanya upacara seremonial belaka, lantas seperti apa makna sumpah pemuda bagi pelajar.

Di  SMP Negeri 2 Pulau Besar, ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. 

Hal yang paling utama dalam momentum Hari Sumpah Pemuda adalah lounching "Mars SMP Negeri 2 Pulau Besar" Karya : Shafwanul Arifin, S.Pd (Guru Pendidikan Agama Islam). Beliau adalah salah satu pendidik dan memiliki jiwa kepemudaan yang tangguh, sehingga mampu berkarya yang nyata sebagai contoh pemuda yang inovatif. Semoga hal ini mampu memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik yang ada di SMP Negeri 2 Pulau Besar untuk selalu berkarya.


Selain itu sesuai tema Bersatu dalam Bhineka Tunggal Ika, kami bertekad melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia tercinta, dengan memakai baju adat di saat upacara Hari Sumpah Pemuda, dan lomba kreasi Seni dari masing- masing daerah. Jadi kegiatan dalam memaknai Kesatuan tetap terjaga.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Disela-sela penampilan budayanya, kita juga mengadakan lomba "Tower Kue Jajanan Lokal", bukti cinta tanah air budaya produk dalam negeri. Ini sebagai bukti implementasi dari mata pelajaran Prakarya tentang pengolahan hasil lokal umbi-umbian, untuk memupuk jiwa kewirausahaan. Pengimplementasian terintegrasi dari beberapa mata pelajaran dikemas melalu lomba tersebut, dengan tujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam masyarakat dan mampu untuk berdaya saing di masa globalisasi pasar bebas.


Bentuk penghargaan lain yang diberikan tidak harus secara materiil, tapi juga dapat diberikan melalui dukungan moral.


Sebagai pelajar yang notabene mengenyam bangku pendidikan, seharusnya dapat memperlihatkan dan menunjukkan rasa menghargai jasa para pahlawan yang sudah berjuang melalui perkataan dan perbuatan.


Perkataan dan perbuatan yang mencerminkan sikap menghargai jasa pahlawan setidak-tidaknya dapat menjadi contoh bagi adik-adik kelasnya, bukan malah jadi bahan cemoohan orang lain karena perkataan dan perbuatan yang tidak mencerminkan sikap menghargai jasa pahlawan dalam memperjuangkan persatuan dan kesatuan Indonesia.


Mari kita tumbuhkan rasa cinta dan bangga akan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia, untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa.


Moment Hari Sumpah Pemuda, 28-10-2021



Komentar

  1. Mantap Bunda Esti
    Semangat membangun generasi muda yang majemuk di "Kecamatan Pulau Besar" dalam persatuan dan kesatuan, memotivasi generasi muda dalam berkarya dan menumbuhkan kewirausahaan dilingkungan, sukses ya Bun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Tks ya, sama² kita belajar tuk membangun kemajuan bersama🥰

      Hapus
  2. Mantap Bu Esti..,lanjutkan..👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senjata Guru Era New Normal

Menyambut Tahun Ajaran Baru Adaftif Covid-19

Dipundak Guru Ada Wajah Masa Depan Anak Bangsa