Percaya diri , Menulis dengan Hati adalah Modal Utama Penulis



Kegiatan belajar menulis bersama Om Jay malam ini, Rabu, 01 Juli 2020 adalah pertemuan ke 7 buat saya. Nara Sumber kali ini adalah Bapak Muhamad Firman Suwarya, M.Kom, Penulis Buku Informatika SMP dan 3 buku solo,  sekitar 10 lebih buku antologi. Pengurus Ikatan Guru TIK PGRI. Mengusung  tema “Berbagi pengalaman menulis dan menerbitkan buku”.

Pada umumnya kita semua mempunyai kemampuan untuk menulis, namun terkadang ide sulit dimunculkan, sehingga kita kebingungan mau menulis apa. Kalaupun punya ide datangnya sering secara tiba- tiba dan tidak konsisten. Jika demikian, pengalaman Pak Firman, untuk menghindari hal tersebut lakukanlah Freewriting yaitu menulis cepat tanpa hambatan .Maksudnya adalah menulis dengan cepat ide-ide yang muncul segera goreskan, jangan takut salah, takut keliru, takut jelek, takut gak bagus, apalagi sampai takut salah ketik. Intinya kita harus percaya diri. Pokoknya tulis dan tulis sampai ide itu hilang dan habis. Setelah tulisan jadi, lakukan cek dan ricek melalui proses editing. 

 Menurut Pak Firman menulis dan editing adalah dua hal yang berbeda, jangan menulis sambil mengedit bersamaan. Menulis adalah menuangkan ide ke dalam tulisan sedangkan editing mengecek ejaan dalam sebuah tulisan. Jangan pikirkan susunan kalimat akan pas atau tidak,  jika saat menulis karena hal itu bisa kita lakukan untuk diperbaiki saat editing.

Kemudian, ungkap Pak Firman, Beliau menantang semua peserta dengan menulis sehari 5 lembar dalam 30 hari. Jika peserta berani konsisten menulis 5 lembar dalam sehari, Pak Firman yakin semua peserta akan menjadi seorang penulis yang handal dan produktif. Hal ini yang membuat para peserta tertantang dan harus memaksakan idenya kedalam goresan tulisan.

 Secara umum, menulis 5 halaman memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Butuh berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Adakalanya kita merasa jenuh hingga bosan sehingga tulisan kita terbengkalai. Atau saat kita menulis tiba-tiba ide itu hilang entah kemana dan bingung harus menulis apa lagi. Tiba-tiba mendadak mendapatkan ide yang baru. Lalu kita lanjut menulis lagi. Tulislah dengan hati, jika menulis dengan hati biasanya akan sampai ke hati  pembaca., ungkap Pak Firman.

Jika bosan sudah  menyerang dengan tiba tiba maka kita harus pupuskan dengan coba dan coba lagi.  Kembali himpun rasa percaya diri bahwa kita bisa dan bisa.  Sampai kapan kita harus mencoba maka jawabannya sampai kita sukses. Itu pengalaman yang telah dibagikan oleh Pak Firman yang selalu konsisten menulis, dan telah menghasilkan beberapa buku yang diterbitkan oleh penerbit Major.

Menurut beliau, berawal dari sulitnya menemukan ide yang pas dan kira-kira bagus untuk dibaca. Ternyata kuncinya gampang, dengan melakukan  langkah berikut :

  1. Tulis ide yang paling dikenal, mudah  dan dikuasai, lalu focus menulis sebebas bebasnya.
  2. Buat outline (garis besar cerita). Outline atau daftar  isi yang kita buat supaya menjadi benang merah apa yang akan kita tulis, sehingga tidak keluar dari alur ceritanya. 
  1. Luangkan waktu atau tentukan waktu menulis yang bisa terus menerus  dilakukan secara kontinu 30-60 menit sehari, hal ini bisa membantu untuk mengasah keterampilan menulis kita..
  2. Tulislah dengan hati, jika menulis dengan hati biasanya akan sampai ke hati  pembaca.
  3. Buat Deadline. Hal ini supaya tulisan kita selesai pada waktu yang telah kita tentukan.

  Akhir dari pertemuan malam ini, ada pesan penting dari beliau, adalah

1. Tekadkan diri untuk bisa menjadi seorang penulis.

2. Tanamkan dalam diri kita bahwa percaya diri itu adalah modal utama dalam menulis.

3. Kobarkan semangat didada,  jangan malas untuk menulis.

4.    Tulislah sebelum ide itu hilang.

Sungguh luar biasa kata-kata motivasinya buat peserta belajar menulis bersama om Jay. Semoga dari nara sumber yang handal bisa melahirkan para penulis pemula yang handal juga. Aaminn

Terima Kasih Pak Firman, Om Jay, dan ibu Fatimah yang dengan setia membimbing kami agar berani menulis.

 

#salamliterasi

#tetapsmgtberkarya

 

Bangka Belitung, 02 Juli 2020

Esti Rahayu (Guru SMP 2 Pulau Besar)

Resume ke-7




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senjata Guru Era New Normal

Menyambut Tahun Ajaran Baru Adaftif Covid-19

Dipundak Guru Ada Wajah Masa Depan Anak Bangsa