Materi Kedua Ragam Karya Nonfiksi dari Narsum Bu Siska
Pemateri malam kedua buat saya adalah Bu Siska Distiana wanita inspiratif dari daerah Klaten, selain Ibu RT beliau aktif sebagai penulis buku ( content writer) dan Freelence Editor. Keren ya…bu Siska.., kelahiran Klaten, 12 Desember 1985 sebagai Ibu muda yang Super menurut saya๐๐
Beliau juga selain cerdas , sangat sholeha.
Sebelum memulai pemaparan materi ada dalil yang perlu dijadikan landasan buat selalu berbuat. Menurut Sabda Nabi Muhammad S.A.W “ Qoyyidul ‘ ilma bil-kitabi, Artinya Ikatlah ilmu dengan Tulisan.
Artinya bahwa kegiatan menulis adalah kerangka dalam menguatkan atau mengikat Ilmu Pengetahuan merupakan “Knowledge Management”, itu adalah suatu modal utama. Kemudian “copyright milestone” tulisan bias dijadikan jejak abadi yang pernah kita lakukan dan tulisan menjadi bukti otentik dibanding hanya sebuah lisan yang bisa di ambil orang lain, dan Paten, karya ini menjadi hak paten sang penulis, orang lain tidak bias mengakui ide ataupun gagasan yang sudah tertuang dalam tulisan kita. Demikian pesan dari bu Siska๐
Materi Malam ini Ragam Karya Tulisan Non Fiksi
Apa arti dari Non fiksi? Menurut KBBI non fiksi adalah yang tidak fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan yang terjadi.
Sedangkan karya informative , dimana penulis bertanggungjawab penuh atas kebenaran dan akurasi informasi yang disajikannya.
Ragam karya Nonfiksi berupa :
1. Berita
Berita merupakan suatu cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa hangat. Dalam membuat berita,secara garis besar penulis menggunakan dua teknik cara penulisan berita.
Pertama yaitu Hard News artinya penulis membuatnya dengan bahasa yang singkat, lugas, jelas, to the point atau tidak bertele-tele,
Kedua feature artinya beritanya kreatif, menghibur, gaya bahasanya memiliki seni sehingga menarik.
2. Esai
Menurut pemaparan ibu siska bahwa esai adalah karangan prosa yang membahas masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Esai ini sering disebut juga opini.
3. Catatan Perjalanan
Catatan perjalanan adalah pelakukan perjalanan ke sebuah daerah dan membuat catatan perjalanan atau ulasan tentang suatu hal yang ditemui dalam perjalanan tersebut, misalnya, ulasan mengenai suatu tempat yang dikunjungi, kegiatan berlibur dengan keluarga, budaya daerah, makanan khas, serta detail informasi yang ada bisa juga disertai dengan foto-foto.
4. Artikel Informatif
Artikel informatif yaitu tulisan tentang sebuah informasi yang berisi tentang suatu hal,dengan tujuan menambah pengetahuan pembaca. Dalam bahasa populer sering disebut dengan "artikel feature".
5. Best Practice
Best practice adalah tulisan tentang pengalaman terbaik dalam menyelesaikan suatu permasalahan, biasanya dibuat oleh dunia pendidikan seperti guru, dalam hal ini bias menuangkan pengalaman yang terbaikknya dalam menggunakan Media Pembelajaran ataupun model-model pembelajaran yang dianggap mampu menginspirasi peserta didik untuk lebih baik lagi. Selain sebagai lesson study, produk tulisan best practice juga bisa menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan.
Demikian pemaparan materinya.
Selanjutnya pada sesi Tanya jawab juga sangat antusias para peserta, dan bu Siska dengan lugas dan cerdas merespon dari pertanyaan para peserta.
Terutama dari pertanyaan saya, peserta dari Bangka Belitung, dijawab dengan jelas dan memuaskan.
Adapun kutipan pertanyaan yang saya ajukan adalah :
Assalamualaikum...
Ibu, sy Esti dari Babel mau tanya tehnik penulisan essay itu yg bgmn ya bu... Ada ngk cthnya bu... Tks๐
Jawaban : Wa'alaykumsalam Bu Esti, terima kasih atas pertanyaannya ๐.
Esai itu sama seperti opini di media massa. Bu Esti bisa coba lihat di koran pada kolom opini.
Ketika mau menulis esai, kita tentukan dulu topik apa yang mau kita tanggapi. Kemudian uraikan tanggapan kita seperti apa. Terakhir cari referensi yang terkait jika diperlukan.
Misal, Bu Esti ingin menanggapi tentang kasus positif corona di Indonesia yang terus meningkat. Pertama Ibu kumpulkan dulu data tentang itu, misal jumlahnya berapa, kenaikannya berapa per hari, dan seterusnya.
Kedua, tuliskan apa gagasan Ibu terhadap itu, misal Ibu punya ide tentang bagaimana caranya mengurangi penyebaran corona. Nah uraikan satu per satu, misal pertama di rumah aja, kedua rajin cuci tangan, dan seterusnya. Jangan lupa masing-masing poin dijelaskan.
Ketiga, jika ada referensi untuk mendukung ide Ibu, akan lebih baik. Misal, rajin cuci tangan bisa mencegah penyebaran corona, adakah teori atau pendapat ahli yang menguatkan itu.
Demikian Bu Esti ๐๐ผ๐
Contoh esai yang pernah saya tulis nanti saya lampirkan lagi di bawah sini ya Bu. Di internet juga banyak, Ibu bisa googling ๐
Pertanyaan lainnya, a.n Bapak Edi bertanya tentang cara menulis berita yang baik.
Jawaban : Wa’alaykumsalam Pak Edi. Wah, saya ingin sekali bias berkunjung ke Aceh lagi.. Bumi Aceh sangat mengesankan.
Terimakasih atas pertanyaannya Pak. Bagaimana menulis berita yang baik?
Pertama harus terpenuhi dulu semua unsur beritanya. Apa itu? 5W + 1H ( Who, What, When, Where, Why, dan How)
Jadi sebuah berita harus bias menceritakan siapa melakukan apa, kapan dan dimana dilakukannya, mengapa melakukan itu, dan bagaimana ia melakukannya.
Kedua, ada nilai aktualitas dan faktualitas dalam berita. Aktualitas itu kecepatan berita yang ditayangkan. Jadi makin cepat sebuah peristiwa diangkat menjadi berita dan ditayangkan/dimuat, akan lebih diminati khalayak.
Kemudian factualitas, ini bicar tentang kebenaran. Jadi sebuah berita harus benar-benar berdasarkan peristiwa nyata. Makin dekat sebuah berita dengan keseharian khalayak, biasanya akan diminati. Misal, Pak Edi menuliskan berita tentang seorang guru biologi di Aceh yang berhasil menemukan formulasi vaksin corona. Nah, Rekan-rekan guru lain pastilah akan tertarik untuk membaca itu daripada membaca tentang fashion show yang di gelar di New York.
Terakhir, kemampuan menulis kita berbanding lurus dengan kemampuan membaca, saya selalu percaya itu. Jadi, makin banyak Bapak membaca berita, maka Bapak akan lebih mudah memproduksi diksi kata yang menarik pada naskah berita Bapak.
Demikian kiranya, Pak Edi๐
Selain itu peserta atas nama Lusia membarikan pertanyaan.
Slmt malam ibu Siska,penulis bertanggungjawab penuh atas kebenaran informasi,yg saya tanyakan, apakah perlu surat keterangan untuk mempertanggung jawabkan kebenaran itu,kalau perlu bagaimana proses nya? Trims salam dari ibu Lusia.
Jawaban : Halo Ibu Lusia, selamat malam. Terima kasih atas pertanyaannya ๐ค
Tentang surat keterangan, jika tidak ada yang menggugat tidak ada surat keterangan pun tak mengapa Bu.
Surat keterangan kan biasanya diperlukan untuk ranah hukum ya. Jadi, jika tulisan kita dapat diterima dengan baik, tidak disertai surat keterangan pun tak mengapa.
Lalu bagaimana cara membuat surat keterangan tersebut? Humm... jujur saya belum punya pengalaman juga tentang ini. Namun sepertinya bisa kita cari tahu dari institusi pemerintah yang menangani Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), ada Dirjen Kekayaan Intelektual https://www.dgip.go.id/.
Demikian kajian materi yang disampaikan oleh bu Siska tentang Ragam Karya Nonfiksi yang telah diuraikan dengan panjang dan cukup jelas. Alhamdulillah walaupun saya tidak mengikuti secara detail karena ada sesuatu hal, tetapi rekam jejak pemateri malam tadi masih bisa terekam dengan baik. Terima Kasih bu Siska, sangat menginspirasi sekali. Semoga kita semua masih selalu dalam lindunganNya dan diberi kesehatan dalam beraktivitas.
#Salamliterasi
#salamsehat
Bangka Belitung, 20 Juni 2020
Esti Rahayu (Guru SMP 2 Pulau Besar)


Mantap...ajarin saya dung
BalasHapusKereen
BalasHapusKeren.. Apik
BalasHapusKeren ... makin asyik resumenya
BalasHapusMantap Bu e...lanjutkan...
BalasHapus