Menyambut Tahun Ajaran Baru Adaftif Covid-19

 

Memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum kenaikan kelas maupun kelulusan. Memfokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai Covid-19. Hal itu sudah kita coba selama pandemi covid-19 itu hadir.

Adanya wabah Covid 19 yang belum kunjung reda, membuat kejelasan pelaksanaan sekolah untuk tatap muka masih simpang siur. Walaupun sudah ada pengumuman dari pihak terkait dalam dunia pendidikan. Beberapa organisasi yang ada di masyarakat mengali informasi tentang hal itu. Seperti disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengusulkan untuk pembelajaran tetap menggunakan pembelajaran jarak jauh. Ditambahkan bahwa pembukaan sekolah sebaiknya dilaksanakan setelah wabah Covid-19 ini reda. dan hal ini belum bisa kita prediksi kapan berakhir pandemi. dimana untuk saat ini setiap harinya masih bertambah yang terindikasi Covid-19😭😭.

Kita semua tahu, bahwa tahun ajaran baru sebentar lagi tiba, siap-siap dengan tahun ajaran 2020/2021. Masa pandemi wabah Covid-19 masih belum tuntas. Ada kemungkinan peserta didik masih belajar di rumah dan tidak disekolah.

Kebijakan Mas Menteri tentang panduan belajar dalam penerapan belajar untuk menghadapi tahun ajaran baru tidaklah mudah diterapkan. Apalagi dengan kondisi geografis yang beranekaragam. Namun kita sebagai pendidik harus optimis dalam menyambut tahun ajaran baru yang adaftif masa new normal💪💪💪.

Hal-hal yang perlu di persiapkan dalam persyaratan pembukaan sekolah adalah sebagai berikut :

  1.       .. Sekolah harus berada di kawasan zona hijau
  2.       . Memiliki persetujuan dari pemerintah daerah atau kantor wilayah Kementerian Agama setempat
  3.      .  Sekolah sanggup menyediakan sarana dan prasana protokol kesehatan
  4.       . Ada persetujuan orang tua untuk melepas anaknya ke sekolah.

 Penjelasan Mas Nadiem mengatakan bahwa murid tidak boleh dipaksa belajar di sekolah bila orang tuanya tidak mengijinkan. Ketentuan ini akan menyulitkan bagi kami guru dalam pelayanan pembelajaran. Sekolah harus bisa menyelenggarakan keduanya, di sekolah dengan tatap muka dan pembelajaran jarak jauh/ online bagi peserta didik yang tidak diinjinkan ke sekolah. Begitu juga perlu sarana pendukung pembelajaran yang harus disiapkan oleh orang tua seperti HP android, laptop dan yang paling utama adalah Internet harus dipersiapkan demi pembelajaran berlangsung.

Kebijakan untuk mementingkan kesehatan dan keselamatan peserta didik dan keluarganya sangat baik sekali. Semoga ada penjelasan teknis yang akan segera hadir agar pelaksanaan pembelajaran bisa dilaksanakan tetap dengan nyaman oleh semua pihak.

Memberikan variasi aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk pertimbangan kesenjangan akses/ fasilitas belajar dari rumah, dan merasakan indahnya merdeka belajar.

Memberikan umpan balik terhadap bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah yang bersifat kualitatif dan berguna bagi guru, tanpa diharuskan memberi skor / nilai kualitatif.

Hal ini tentunya membuat ekstra persiapan kita sebagai pendidik yang merupakan agen perubahan dan siap dalam garda terdepan demi anak bangsa.

Guru sebagai pribadi,  punya kewajiban untuk menyiapkan diri. Mempersiapkan tahun ajaran baru dengan kondisi yang tentunya tidaklah normal dan merupakan hal baru yang belum menjadi kebiasaan. Persiapan pembelajaran jarak jauh harus menjadi bahan pemikiran untuk memberikan yang lebih beragam dibandingkan dengan sebelumnya. Tiga bulan melaksanakan pembelajaran jarak jauh harus menjadi bahan evaluasi. Meningkatkan kemampuan diri dalam bidang IT tentu menjadi salah satu bidang yang disiapkan untuk menghadapi tahun ajaran baru.

Wahai guru…….apa yang harus kita persiapkan sejak dini sebelum Tahun Pelajaran 2020/2021 itu hadir di depan kita?

Hal-hal yang menjadi protocol dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh sudah di instruksikan oleh Mas Mentri Nadiem Makarim.

Hal-hal yang perlu kita ketahui  bahwa Peran Penting Guru adalah :

  1.       . Membantu siswa menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemic.
  2.       . Melibatkan siswa untuk terus belajar meskipun kegiatan sekolah normal terganggu.
  3.      . Memfasilitasi pembelajaran jarak jauh secara daring, luring maupun kombinasi keduanya sesuai dengan kondisi dan ketersediaan sarana pembelajaran.

Untuk itu perlulah kiranya dibuatkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang lebih terencana, terstruktur dan terukur dari pihak sekolah. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang terencana, bisa dilakukan apabila ada kerjasama dengan para guru di sekolah dan tidak terlepas juga dari pihak sekolah hendaknya memfasilitasi para guru yang ingin berinovasi.  Peningkatan kualitas guru untuk menghadapi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa new normal menjadi tugas pihak sekolah agar bisa melayani peserta didik dengan optimal.

Hal penting yang perlu dipersiapkan oleh guru adalah :

Menyiapkan RPP jarak jauh, dimana guru harus memastikan beberapa hal berikut :

a.      Memastikan kompetensi pembelajaran yang ingin dicapai, tidak memaksakan penuntasan kurikulum dan focus pada pendidikan kecakapan hidup

b.  Menyiapkan materi pembelajaran dengan focus materi pada : (literasi & numerasi, pencegahan & penanganan Covid-19, PHBS &Germas, kegiatan rekreasional dan aktivitas fisik, spiritual keagamaan, penguatan karakter & budaya)

c.       Menggunakan metode daring, luring atau kombinasi dari keduannya

d.  Menentukan jenis media pembelajaran seperti, format teks, audio/ video simulasi, multimedia, peraga dan lain-lain yang sesuai dengan materi yang diajarkan.

e.       Guru perlu meningkatkan kualitas dengan mengikuti pelatihan daring yang di sediakan oleh pemerintah maupun lembaga nonpemerintah guna mendukung keterampilan dalam Pembelajaran jarak jauh.

 

Hal ini juga perlu adanya saling  bersinergi antara pihak Dinas Pendidikan, Sekolah, Yayasan, Komite Sekolah, Orang tua dan peserta didik, demi mensukseskan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berkualitas, terukur, dan merdeka belajar. Sesuai dengan yang di instruksikan oleh Mas Menteri Pendidikan kita  (Bpk. Nadiem Makarim)

Ayo…Maju terus guru-guru!!!

Ingat… Teknologi hanyalah alat. Komitmen, kreativitas dan kepedulian GURU yang akan menunjukkan perbedaan dalam pengalaman belajar jarak jauh bagi siswa.

 

#Belajardirumah

#Bersamahadapicorona

#Salamgurumulyakarnakarya


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senjata Guru Era New Normal

Dipundak Guru Ada Wajah Masa Depan Anak Bangsa