Dipundak Guru Ada Wajah Masa Depan Anak Bangsa
Guru adalah seseorang yang mencicipi
masa depan yang sesungguhnya.
Setiap hari, guru selalu hadir untuk
merasakan dan menjumpai wajah masa depan Indonesia; dan diruang-ruang kelas
itulah anak-anak bersiap bukan saja untuk menyongsong tetapi untuk memenangkan
masa depan.
Pekerjaan seorang pengajar tidaklah sama
dengan profesi atau pekerjaan lainnya, sebab hal itu mudah dan sangat mudah
sekali dilakukan jika kita melihat dari sisi lainnya. Namun, jika kita melihat
pada sisi yang lain, ternyata hal itu tidak semudah yang kita kira.
Adapun sisi yang paling enak berada di
dalam lingkaran pengajar adalah, ia bebas dari kekangan dan batasan- batasan
yang diciptakan. Seorang pengajar memiliki waktu bukan hanya untuk mengajar ,
tetapi ia juga memiliki tugas untuk menyiapkan administrasi, menyusun materi,
membuat alat evaluasi, dan bahkan berkumpul bersama-sama peserta didik dalam
sebuah acara.
Pada kesempatan lain, seorang pengajar
juga memiliki tugas untuk selalu mengembangkan potensinya dalam hal seperti
menghadiri seminar, MGMP, dan penelitian Ilmiah.
Perbedaan itu merupakan suatu kenikmatan
tersendiri untuk kami sebagai pengajar, sebab kami selalu diberi kelebihan bila
dibanding dengan mereka yang bekerja dipabrik-pabrik. Yang perlu diketahui
adalah, pada satu sisi seorang pengajar mempunyai keistimewaan, sebab ia lebih
mapan dan lebih tenang, karena setiap orang mengerti betul arti hidup dan
pentingnya mempunyai putra-putri cerdas, sehingga mau tidak mau ia pasti
membutuhkan seorang pengajar.
Seorang pengajar akan selalu mengasah
pancaran hatinya dalam memanggul setiap permasalahan mulia. Seluruh manusia di
setiap penjuru dunia sedang berlomba-lomba menyelesaikan permasalahan besar
mereka, sehingga mereka menggunakan segala kemampuan dan kecerdasannya untuk
hal tersebut, namun kebanyakan dari mereka tidak berhasil, sehingga muncul
aktivitas manusia bermacam-macam, ada yang hanya menunggu informasi upah yang
akan diperoleh, ada yang berdiri dibelakang layar menghitung angka demi angka,
demi sebuah angka.
Anak didik yang datang kepada pengajar
hanya berbekal akal yang masih belum sempurna, atau sama sekali masih kosong,
yang di dalamnya terdapat sesuatu yang
tidak layak, tidak benar, penuh dengan kegelapan, atau hal-hal yang tidak
terpuji. Hal inilah yang menjadi tujuan bagi pengajar untuk memberikan bekal
dan pencerahan terhadap anak didik agar lebih baik lagi dan mampu mengali
potensi positif yang ada di diri peserta didik kita.
Pengajaran bukanlah seperti menancapkan
suntikan pada suatu bagian tubuh yang telah diukur dan diperkirakan, lalu
setelah itu selesai. Tidak juga seperti pengobatan yang diidentifikasi,
diperiksa, lalu diperkirakan obat yang tepat.
Namun, ia menghadapi akal yang sehat dan memiliki tumbuh kembang dalam
raga peserta didik, sehingga kita pengajar wajib untuk membentuknya sedemikian
rupa. Walaupun kadang kala kegagalan pasti ada, karena setiap peserta didik
memiliki karakteristik yang berbeda, ada yang mudah dipengaruhi, ada yang sulit
dipengaruhi, hal ini yang sering terjadi dilapangan.
Walaupun demikian, kita tidak boleh
menghindari kenyataan yang ada dalam profesi kita, bahwa seorang pengajar,
bagaimanapun kerasnya dan sulitnya menghadapi peserta didik, kita harus
menyadari bahwa setiap anak didik kita pasti memiliki kekuatan yang bisa dipakai
sebagai senjata untuk melawan, atau mungkin mempunyai kesepakatan dengan yang
lain untuk menentang peraturan yang telah ada. Dan pengajar juga perlu kiat-kiat pembelajaran yang efektif demi
pelaksanaan pengajaran yang baik dan maksimal. Seorang pengajar harus lebih
tangguh dalam menghadapi penyakit yang muncul atau yang dimunculkan oleh anak
didiknya, sehingga kita akan seperti seorang dokter yang gigih dan akhirnya
dapat menyembuhkan pasiennya, padahal tranfusi darah kedalam anggota tubuh
orang lain sangatlah berbahaya, tapi karena kesungguhannya ia melakukannya
dengan baik dan sukses hingga tidak meninggalkan penyakit apapun dalam diri
pasien.
Itulah salah satu contoh yang harus
dilakukan oleh seorang guru. Kehadirannya yang sepenuh hati dalam mengekpresikan
rasa dan tertanam pada jiwa kita maka akan lahir generasi yang sehat dan
tangguh.
Kita semua sadar bahwa pendidikan adalah
ikhtiar fundamental dan kunci untuk dapat memajukan bangsa. Potensi besar di
Negara kita akan dapat dikembangkan jika manusianya terkembang dan
terbangunkan. kualitas manusia adalah hulunya kemajuan, dan pendidikan adalah
salah satu unsur paling penting dalam meningkatkan kualitas manusia.
Salah satu kunci terpenting dalam
pendidikan dan dalam memajukan suatu bangsa adalah guru. Dan seorang guru yang
sebenarnya hadir bukan sekadar untuk mengajar, bukan sekadar untuk mendidik.
guru hadir untuk menginspirasi, guru hadir untuk menggerakkan, bahkan menjadi
guru bukanlah pengorbanan, tetapi menjadi guru adalah penghormatan. Guru telah
memilih jalan terhormat, mereka memilih hadir bersama dengan peserta didik
kita, bersama pemilik masa depan Indonesia.
Guru inspirasi bukanlah sekedar berkompeten sesuai dengan akademiknya, mampu mengajar didepan kelas, membuat soal-soal, dan menentukan kelulusan siswa. Guru inspiratif harus memiliki kepribadian yang menarik sehingga dapat menstimulasi siswa untuk mengembangkan potensi dirinya, menumbuhkan kesadaran siswa dalam meraih masa depannya. dan menjalin kehangatan interaksi antara guru dan siswa sehingga guru tidak lagi dianggap sebagai sosok angker yang menakutkan, tetapi dapat menjadi mitra belajar yang menyenangkan.
A. Karakteristik Guru yang Inspiratif dan dicintai
Berikut
ini saya paparkan beberapa karakteristik sebagai guru dan nahkoda batera
reformasi dalam kehidupan, antara lain :
1. Memiliki
Akidah, Akhlak dan Perilaku terpuji.
1.1 Seorang
guru harus mempunyai akidah yang bersih dari hal yang bertentangan dengan
Bid’ah dan kesesatan.
1.2 Seorang
guru harus konsisten menjalankan ibadah- ibadah wajib, menjaga ibadah sunah
semampunya, menjauhi hal-hal haram, dan menghindari hal-hal makruh, baik itu
perkataan maupun perbuatan, lahir dan batin.
1.3 Seorang
guru harus berakhlak mulia, berkelakuan baik, dan menjauhi hal-hal yang
bertentangan dengan hal itu, baik di dalam maupun di luar kelas.
1.4 Saat
mengajar, seorang guru harus menjaga akhlak, jangan cepat marah, kendalikan
emosi ketika marah
1.5 Seorang
guru harus memiliki sikap berwibawa, tenang, khusyu, tawadhu, dan menunjukkan
vitalitas serta keuletan agar para siswa tidak merasa malas dan bosan.
1.6 Seorang
guru juga harus menjadi teladan siswa-siswanya dalam segala hal, baik dari
perkataan, perbuatan, dan perilaku. Serta selalu jujur, adil, berkata yang
baik, dan memberi nasehat serta pengarahan kepada anak didiknya.
2. Berpenampilan
Menarik
2.1 Terhindar
dari penyakit yang menular dan menjijikan
2.2 Memiliki
suara yang bersih dan tidak cacat berbicara seperti, gagap, cedal, atau parau
dengan suara yang lemah.
2.3 Berpenampilan rapi dan wajar, tidak berlebihan
seperti hal berikut ;
a. memotong
kuku, menyisir dan merapikan rambut
b. berpakaian
sopan, tidak transparan, dan bukan pakaian ketenaran orang-orang barat.
c. membersihkan
badan dan pakaian yang berwibawa dan tawadhu.
d. Selalu
menjaga kebersihan mulut dan memakai minyak wangi jika ada.
3. Profesional
pada bidangnya.
Profesi guru adalah profesi
yang sangat mulia, ada beberapa keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang
guru antara lain ;
3.1 Menguasai
materi pelajaran dengan baik, melebihi siswa-siswinya dan mampu memberikan
pemahaman kepada mereka dengan baik.
3.2 Mengajar
dengan kemauannya sendiri, sehingga akan membuat perencanaan pengajaran yang
baik untuk mencari informasi pengetahuan, keterampilan dengan cara yang sesuai
dan dibutuhkan oleh peserta didiknya
3.3 Guru
harus menguasai cara-cara mengajar yang inovatif dan menyenangkan.
3.4 Sebelum
mengajar, guru harus siap secara mental,
fisik, waktu dan ilmu/ materi. Maksud kesiapan mental adalah tidak mengisi
pelajaran dalam kondisi malas, lapar, atau tidak siap karena faktor udara panas
atau dingin. Maksud kesiapan waktu adalah guru mengisi pelajaran dengan jiwa
tenang, tidak menghitung tiap detik yang berlalu, tidak menanti nanti waktu
usainya atau menginginkan para siswanya membaca sendiri tanpa diterangkan
maksudnya, atau menghabiskan jam pelajaran dengan hal-hal yang tidak ada gunanya
bagi siswa. Sedangkan kesiapan ilmu adalah guru hendaknya menyiapkan materi
pelajaran sebelum masuk. Dia menyiapkan apa yang akan dikatakannya, dan
berusaha menghindari spontanitas dalam mengajar jika tidak menguasai materinya. (Imaduddin, Jakarta:2007)
Guru telah mewakili kita semua menyiapkan masa depan Indonesia. Mewakili seluruh bangsa hadir dikelas dan dilapangan, bahkan sebagianpun harus mengabdi dengan fasilitas ala kadarnya demi mencerahkan dan membuat masa depan yang lebih baik untuk para peserta didik kita. Maka dari itu “ dipundak guru, ada wajah masa depan anak bangsa”.
(Kunantikan dirimu wahai anak didikku, tuk kembali ke sekolah)
#Tetapsemanganbelajardirumahsaja
#Salamliterasipemula

Semoga selalu diberikan kelancaran
BalasHapusMksh bang suportnya..mhn bimbingannya 🙏
HapusBgus artikelnya dna membuat guru selalu tersenyum manis
BalasHapusMakasih...biar tetap muda pak ..jd harus senyum manis tiap hari
HapusAlhamdulillah, senang baca tulisan ibu. Maka dari itu guru itu banyak yang awet muda ya bu
BalasHapusHehehe...tul betul
HapusSeperti.... 🤔
Setiap wkt hrs sllu belajar 🤗
Inspiratif bu artikelnya.
BalasHapusMembaca artikelnya jadi instrospeksi diri, apakah saya sudah menjadi pengajar yang sebenarnya pengajar. Terimakasih bu Esti. Semangat menulisnya.
Alhamdulillah... untuk alat kontrol diri saya bu..... agar selalu dalam jalurnya.
HapusBu Esty Menulisnya Bagus ..
BalasHapusMasih perlu banyak belajar bun.... Bunda Fitri Mohon ya berbagi trik menulisnya
Hapus